Berikut Hal Yang Tejadi Saat Atletico Madrid Vs Juventus di Liga Champions

Pada pertandingan Liga Champions dimana Juventus yang tidak bisa mempertahankan keunggulan mereka dimana sudah berhasil memperoleh dua gol lebih dulu atas Atletico Madird. Juve yang menciptakan gol dari tendangan cantik Juan Cuadrado dan juga sundulan Blaise Matuidi hanya bisa bermain imbang dan memberikan satu poin kegagalan mereka harus hilang dalam laga babak kedua terakhir dimana bisa dikejar oleh Atletico yang membuat laga berakhir dalam keadaan 2-2 pada pertandingan kali ini. Jadi banyak yang mempertanyakan dan menjadi suatu yang dimana membuat kita berpikir bahwa pertandingan yang terjadi selama Liga Champions.

1. Juventus Kehilanagan Jati diri Dalam Bertahan
Biasanya dulu masih dalam pelatihan Allegri dimana Juve bisa memainkan pertahanan yang solid dan bisa menyerang dengan serangan balik yang cepat. Saat ini mereka dilatih oleh Sarri yang telah merubah pola bermain yang dimana lebih suka menguasai bola lebih lama dengan memanfaatkan celah yang dulu suskses diterapkan kepada Chelsea. Padahal babak pertama mereka bermain dengan skema yang bagus dimana membuat lawan kesulitan menguasi bola dan sempat menciptakan gol akan tetapi pada akhir laga mereka kehilangan arah bermain dalam barisan pertahanan. yang langsung membuat skor menjadi imbang 2-2 untuk laga tersebut.

2.Mengenai Kekuatan Diego Simeone
Saat melatih Atletico Madrid dirinya berhasil berpengalaman dari Sarri dimana dirinya berhasil memberikan perlawanan dan mendapatkan cela untuk mengejar ketinggalan. dimana dengan bermain skema bertahan dan melakukan serangan mendadak membuat barisan pertahanan Juve lebih terbuka dan tidak ada pengawalan yang ketat itu yang membuat mereka solid dan berhasil mengejaar ketinggalan dan menjadi gol dari tendangan bola mati saat pemainnya melakukan sundulan yang masuk kegawang Juventus.

3. Kembalinya Bury Beckham
Para penggemar Inggris dengan cinta kepada pemain Kieran Trippier dimana pada saat piala dunia 2018 dirinya menampilkan permainan terbaik. Namun dirinya harus kehilangan tempat diskuat utama Tottenham yang menjadikan dirinya meninggalkan dan bergabung dengan Atletico pada musim ini. untuk sekali lagi dirinya bermain dengan bagus apalagi dengan Juventus yang dimana bek sayap kanan itu sangat semangat dan bermain dengan kecepatan yang hebat.

Nilai Pasar Pemain Liverpool Jadi Meroket

Liverpool memang gagal dalam meraih juara Liga Inggris, namun permainan pemain Liverpool tersebut di nilai atraktif, atas penampilan pemainnya yang apik nilai pasar pemain Liverppol kini menjadi meroket. Di musim ini Liverpool bahkan hanya kalah satu kali.

Di musim ini Liverpool masih memiliki kesempatan untuk merah satu gelar, yaitu juara Liga Champions. Tim yang akan menjadi lawan Liverpool kedepannya adalah Tottenham Hotspur yang akan di gelar pada 1 juni mendatang. Pemain yang memiliki nilai pasar yang meroket tercatat ada 11 orang. yakni Mohamed Salah, Roberto Firmino, Sadio Mane, Georginio Wijnaldum, Naby Keita, Fabinho, Virgil Van Dijk, Joe Gomez, Andrew Robertson, Alisson Becker, dan Trent Alenxander Arnold. 11 pemain tersebut lah yang di nilai menyumbang kontribusi paling banyak di Liverpool.

Di antara 11 pemain tersebut terdapat satu pemain yang nilai memiliki nilai pasar yang melonjak jauh, pemain tersebut sebelumnya di datangkan dari Ar Roma di pertengahan tahun 2017, yakni Mohamed Salah. Harga beli pertama saat mendatangkan pemain asal Mesir tersebut adalah 42 juta pounds atau setara dengan Rp 786 miliar, namun kini harganya sudah lebih dari tiga kali lipat dari harga pertama, yakni 159 juta pounds jika di rupiahkan setara dengan Rp 2,9 triliun.

Walaupun harga pasar melonjak tinggi, namun Liverpool tidak mungkin menjual Mohamed Salah pada bursa transfer musim depan, karena pemain asal mesir tersebut memiliki peran yang sangat penting dalam Liverpool.

 

Gagal Masuk Empat Besar, Fans Minta MU Cari Pengganti Solskjaer

Situspokeranda.com – Kegagalan Manchester United mengunci posisi empat besar di akhir musim Premier League 2018/19 ternyata berdampak besar terhadap masa depan sang pelatih, Ole Gunnar Solskjaer. Bahkan belakangan diketahui para fans The Reds Devil meminta manajemen klub mencari pengganti Solskjaer untuk musim depan.

Meski sempat memberikan dampak positif kepada Man United saat menggantikan Jose Moruinho sebagai pelatih sementara Marcus Rasford dkk, Performa Setan Merah malah semakin menurun dalam beberapa bulan terakhir ini yang berimbas posisi United yang hanya mampu tertahan di peringkat ke-6 klasemen dengan 66 angka.

Dengan hasil ini, Klub raksasa bermarkas di Old Trafford tersebut dipastikan tidak akan bisa ikut tampil di ajang Liga Champions 2019/20 mendatangk mengingat batas akhir untuk bisa tampil di kompetisi tertinggi sepakbola tersebut hanya sampai peringkat keempat yang saat ini dihuni oleh Tottenham Hotspur.

Sebelumnya Solskjaer memang berhasil memberikan hasil memuaskan kepada publik Old Trafford dengan menghadirkan 12 kemenangan, 3 imbang dan 4 kekalahan dari 19 pertandingan kala dirinya sebagai pelatih sementara yang turut mengantarkan dirinya kepada kontrak sebagai pelatih utama Man United pada Maret 2019 kemarin.

Para fans yang menaruh harapan besar agar tim kesayangan mereka bisa tampil di Liga Champions musim depan ternyata harus mendapatkan kekecewaan besar setelah Solskjaer menjabat sebagai pelatih utama. Bagaimana tidak, Pasca dikontrak sebagai pelatih utama, United besutan Solskjaer hanya mampu mendapatkan 2 kemenangan, 2 hasil imbang plus 5 kekalahan dan yang paling penting mereka gagal masuk ke posisi empat besar.

“Kami seharusnya tidak mengalami kekalahan saat menghadapi Huddersfield yang juga menutup peluang kami ke Liga Champions musim depan. Seharusnya Solskjaer dipecat pada musim panas 2019 nanti karena sejauh ini catatannya bahkan lebih buruk daripada Mourinho.”tulis salah satu fans MU di akun Twitter.

Gareth Bale Tegaskan Tetap Bertahan di Real Madrid

Gareth Bale merupakan salah satu penyerang terbaik milik Real Madrid menegaskan kalau ia akan tetap bertahan di Real Madrid dan tidak akan berpindah kemana pun, ia bertekad untuk berlatih lebih keras dan kembali menunjukkan performa yang lebih baik lagi.

Kalimat ingin untuk bertahan di Real Madrid ini sudah di keluarkan sendiri oleh Bale kepada agennya, Bale berniat untuk menghabiskan kontraknya terlebih dahulu di Real Madrid, masa kontrak Bale di Real Madrid adalah sampai dengan tahun 2022. Terakhir perpanjangan kontrak Bale adalah di tahun 2016, namun Setelah bergabung di Real Madrid Bale lebih jarang tampil dan lebih banyak menghabiskan waktunya dalam ruangan perawatan.

Akibat dari cidera yang berkepanjangan, penyerang Madrid ini jadi kurang di percaya oleh beberapa pemain Madrid dan juga supporternya, bahkan di awal April kemarin, Jose Angel yang merupakan direktur umum Real Madrid mengatakan jika Bale mau angkat kaki Real Madrid ia tidak akan menghalangi nya, namun pemain berusia 29 tahun ini memilih untuk tetap bertahan di Real Madrid untuk menunjukan kalau ia memang pantas untuk di pertahankan, ia sudah bertekad penuh dalam meningkatkan performa dan juga membuat namanya untuk bersinar kembali seperti semula.

Walaupun ia lebih banyak menghabiskan waktunya di ruang perawatan, Bale tetap bisa menjadi tops skor kedua klub, di mana posisi yang pertama di isi oleh Karim Benzema.